Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

 

 Konsep Nilai Tambah Pemegang Saham

 

Dengan adanya globalisasi dan deregulasi menimbulkan tekanan bagi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham. EVA berperan  membantu manajer  dalam setiap perusahaan yang mengembangkan sistem dan pemikiran yang dibutuhkan untuk menciptakan nilai bagi pemegang sahamnya.

Fokus awal dari manajemen berdasarkan nilai adalah bahwa nilai ditentukan oleh pasar modal, dan pasar modal mengharapkan arus kas, jadi sebuah fungsi dari harapan pasar modal dari kemampuan perusahaan untuk memberikan arus kas bebas dimasa yang akan datang. Nilai sekarang dari harapan arus kas masuk akan melebihi jumlah modal yang diinvestasikan, sehingga investasi tersebut akan memberikan kontribusi terhadap pencapaian nilai pemegang saham.

Nilai akan tercipta jika perusahaan menghasilkan pendapatan melebihi biaya ekonomis untuk menghasilkan pendapatan tersebut. Menurut Mulyadi (2001: 202) biaya ekonomi timbul dari empat sumber yaitu :

1.      Biaya personal (upah dan jaminan kesejahteraan),

2.      Biaya  Bahan, Supplies dan biaya depresiasi ekonomis aktiva fisik,

3.      Biaya pajak, dan

4.      Biaya peluang (Opportunity Cost) penggunaan modal.

Dengan demikian formula untuk menghitung nilai pemegang saham adalah pengurangan pendapatan dengan biaya operasi dan biaya modal. Sehinga nilai pmegang saham dapat dirumuskan sebagai berikut: ( Mulyadi 2001:202)

               Nilai Pemegang saham = Pendapatan – Biaya – Beban Modal

               Sedangkan menurut S David Young dan Stephen F. O’Byrne, (2001:62),

EVA sama dengan selisih antara pengembalian aktiva bersih dengan biaya modal dikalikan dengan modal yang diinvestasikan : EVA = ( RONA – WACC ) x modal yang diinvestasikan, berdasarkan rumus yang ada, kita dapat melihat bahwa EVA meningkat, dan nilai diciptakan, ketika sebuah perusahaan dapat mencapai yang berikut ini:

 

1.      Meningkatnya pengembalian atas modal yang ada. Jika RONA meningkat sedangkan WACC dan modal yang diinvestasikan  tetap, EVA meningkat.

2.      Pertumbuhan yang menguntungkan. Ketika sebuah investasi diperkirakan mendapatkan pengembalian lebih besar dari WACC, nilai diciptakan. Bahkan jika sebuah strategi pertumbuhan diharapkan mengurangi RONA, nilai diciptakan selama pertambahan RONA melebihi WACC.

3.      Pelepasan dari aktivitas yang memusnahkan nilai. Modal yang diinvestasikan menurun ketika sebuah bisnis atau divisi dijual atau ditutup. Jika pengurangan modal lebih mengganti kerugian dengan peningkatan perbedaan RONA dan WACC, EVA meningkat.

4.      Periode lebih panjang dimana diharapkan mendapatkan RONA lebih besar daripada WACC.

5.      Pengurangan Biaya Modal.  

 

Pemegang saham akan menarik modal yang ditanamkan apabila manajemen tidak mampu menciptakan nilai, yaitu dengan memberikan tingkat pengembalian yang memadai dibandingkan dengan risiko yang ditanggung. Perusahaan yang kegiatan bisnisnya tidak menghasilkan nilai akan selalu menghadapi kesulitan dalam menarik modal tambahan untuk memperluas usaha, kesulitan ini akan terliahat jika perusahaan melakukan emisi saham atau obligasi, dimana saham atau obligasi akan terjual dibawah nilai nominal.

Terciptanya nilai bagi pemegang saham tidak terlepas dari manajemen  perusahaan, dapat dikatakan manajemen yang berperan dalam penciptaan nilai tersebut. Manajemen dapat menciptakan nilai bagi pemegang saham apabila manajemen mampu menciptakan nilai bagi perusahaan. Nilai  perusahaan merupakan tolak ukur profitabilitas sehingga pemegang saham akan mendapatkan pengembalian seperti yang diharapkan.

Menurut Mulyadi (2001: 203) dalam penciptaan nilai perusahaan harus diperhatikan tiga faktor yaitu:

1.      Biaya Manajemen (Cost Management), bagaimana mengurangi biaya perusahaan secara signifikan,

2.      Manajemen Pertumbuhan (Growth Management), bagaimana melipatgandakan pendapatan perusahaan, dan

3.      Management Equity, bagaimana managemen menigkatkan kualitas pengelolaan terhadap kegiatan perusahaan.

 

Penciptaan nilai tambah bagi pemeganga saham akan terwujud apabila perusahaan mampu memposisikan NOPAT dan RONA lebih besar dari biaya modal rata-rata tertimbang (WACC), untuk mencapai hal ini perusahaan harus mampu meningkatkan pengambalian atas modal yang ada, mengutamakan pertumbuhan yang menguntungkan, pelepasan dari aktivitas yang memusnahkan nilai, dan pengurangan biaya modal.

 

Untuk lebih memperjelas mengenai konsep nilai tambah pemegang saham dapat dilihat pada gambar  2.1 yang menggambarkan komponen pemacu nilai tambah bagi pemegang saham.

menu utama eva